BeritaNasionalTokoh inspiratif

Perjalanan Panjang Seorang Abdi Negara ” Pengayoman ” dalam Melayani Warga Binaan Pemasyarakatan.

Seragam Pemasyarakatan telah melekat dalam hati seorang Abdul Karim yang kini mendapatkan Promosi tugas baru sebagai Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham wilayah Kalimantan selatan setelah sebelumnya menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin.

Abdul karim adalah lulusan Akademi Ilmu Pemasyarakatan lulusan tahun 1994 selama karirnya Dia tetap berpegang teguh dalam naungan Dirjen Pemasyarakatan yang membidangi pembinaan dan pelayanan negara untuk Warga Binaan se – Indonesia.

Selama menjalankan tugas maupun jabatan dibeberapa wilayah sosok ini dikenal sebagai Pejabat yg banyak berprestasi dan dikenal sebagai petugas yang ramah karena pemahamanya tentang lambang pengayoman yg tersemat pada baju seragamnya yang dia artikan sebagai bentuk pengayoman kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan .

Beberapa hal yang mendasari penilaian positif tentangnya sewaktu menjabat Kalapas Sukamiskin adalah beberapa diantaranya.

  1. Menyambut Warga Binaan limpahan dari Kebonwaru dengan memberikan ucapan dan petuah aturan aturan yang ada di Sukamiskin . Udep yang merupakan salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan kasus Tipikor yang pernah Redaksi tanya dalam ruangan kunjungan mengaku kaget sewaktu pertama kali masuk ke Sukamiskin. ” saya terus terang aneh dengan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin yg sekarang menjabat, Warga binaan yang mungkin sudah dianggap sampah tapi kami disambut didalam ruangan Aula, diminta untuk memperkenalkan diri, dan diperkenalkan semua pejabat yang ada agar kami bisa mengenal pejabat pejabat yang yang akan membantu keperluan Warga ” tutur Udep. Hal ini belum pernah dia temui di Rutan ataupun Lapas manapun selama dia ditahan . Hal ini bukanlah suatu hal yang aneh menurut Warga Binaan yang lain yang juga menilai positif keramahan Kalapas Abdul Karim.
  2. Sukamiskin merupakan Lapas yang sebagian besar Warganya adalah merupakan bekas para Pejabat yang sedang terlibat kasus tindak pidana korupsi namun bagi seorang Abdul karim langkah reformasi pemasyarakatan yang meletakkan landasan pengayoman selalu dia pegang teguh, pungli dan sejenisnya tidak di tolelir lagi diwilayah lingkungan lapas Sukamiskin.
  3. Pengurusan surat menyurat untuk keperluan warga binaan menjadi prioritas jajaranya agar Warga Binaan yang telah memenuhi syarat bisa cepat menjalani program yang menjadi hak haknya tanpa dipungut sepeserpun dan kepada jajaranya yang berani melakukan pungli akan diberikan sangsi tegas.
  4. Abdul karim selama menjabat di Sukamiskin juga melaksanakan berbagai penataan lingkungan serta pengaktifan potensi Warga Binaan baik yang masuk kegiatan kerja dan bimbingan kerja seperti produksi susu kedelai lapas, kantin, roti, perpustakaan sarana prasara olahraga, dan kegiatan warga binaan lainya termasuk pertanian dan peternakan.
  5. Menyiapkan ruang kunjungan yang representatif dan luas untuk warga binaan agar tercipta suasana yang nyaman untuk menjaga psikologis Warga Binaan agar tidak merasa dijauhkan dari keluarganya meski mereka masih menjalani fase pemidanaan.

Beberapa hal tersebut hanya sekelumit kecil kisah ” Perjalanan Seorang Abdi Negara Pengayoman ” dari rentang panjang dedikasi dan loyalitasnya untuk negeri.

Lapas ataupun Rutan sudah berubah paradigmanya bukanlah penjara, tapi merupakan lembaga yang mempunyai fungsi mempersiapkan Warga Binaan menjadi warga masyarakat yang taat dan patuh pada hukum .

Perwarta. : Erwin

Sumber : Yadi Mantan WBP Sukamiskin

Editor. : Eko

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close