Uncategorized

Pindahkan Ibu Kota, Jokowi ‘Kulo Nuwun’ ke Tokoh Masyarakat Kaltim

(Doc.net)

JARRAKPOS – Balikpapan – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta izin sekaligus berkomunikasi dengan para tokoh daerah dan adat Kalimantan Timur terkait rencana pemindahan ibu kota negara di provinsi tersebut.

Rencananya, ibu kota baru akan dibangun mulai akhir 2020 mendatang.

“Saya mengucapkan kulo nuwun kepada tokoh-tokoh dan masyarakat Kalimantan Timur serta umumnya di seluruh Kalimantan untuk membangun ibu kota,” ujar Jokowi membuka dialog dengan para tokoh, Selasa (17/12).

Komunikasi tersebut diadakan di sebuah rumah makan bernama De Bandar Resto yang terletak di pesisir selatan Balikpapan, Kalimantan Timur. Dalam pertemuan itu, para tokoh daerah dan tokoh adat dipimpin oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.

Sementara Jokowi didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

“Saya menyampaikan rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara ke daerah yang mengambil sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara. Dengan restu para tokoh setempat, insya Allah, pembangunan ibu kota baru akan berjalan lancar sesuai rencana,” katanya.

Sebelumnya, kepala negara mengatakan ibu kota negara di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara akan dibangun dengan prinsip-prinsip yang mampu menciptakan transformasi ekonomi, produktivitas, kreativitas, dan pengembangan industri. Untuk itu, sambungnya, pembangunan akan dilakukan secara matang.

Jokowi menjelaskan, keputusan pemindahan ibu kota negara ini sudah melalui studi yang cukup lama, sudah 5 tahun lalu dimulai. Ia menyampaikan, studi mengenai perpindahan ibu kota itu sudah dimulai sejak presiden pertama kita, Bung Karno dulu sudah sebetulnya sudah ingin memindahkan ibu kota di Palangkaraya.

Presiden juga menyampaikan, bahwa proses pemilihan ini sudah melalui sebuah kalkulasi, sebuah perhitungan yang panjang. Setelah data-data disampaikan, pemerintah memutuskan pindahnya ke Kalimantan Timur khususnya di Paser Penajam Utara dan di Kutai Kartanegara.

“Sampai kemarin memang yang sudah diputuskan mencakup kurang lebih 193 ribu hektar, tetapi tadi Pak Gubernur menyampaikan yang disiapkan dalam jangka yang sangat panjang adalah 410 ribu hektar, yang itu memang sudah konsesi-konsesi HTI yang sudah diberikan kepada perusahaan dan kita minta kembali karena memang itu adalah milik negara,” terang Presiden Jokowi.

Jarrakposbalikpapan.com/lle

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close